


Palembang – Dalam upaya nyata mendukung kelestarian alam dan menciptakan solusi penanganan limbah yang berkelanjutan, tim inovator dari kampus kita sukses meluncurkan rancangan teknologi tepat guna dalam ajang Pekan Lingkungan.
Mengusung judul rancangan “DESAIN KOMPOSTER AERASI SAMPAH ORGANIK”, tim ini berhasil menarik perhatian lewat solusi praktis yang ditawarkan untuk mengatasi masalah penumpukan sampah rumah tangga dan organik yang kerap menjadi isu lingkungan krusial.
Kolaborasi Lintas Generasi
Inovasi ini lahir dari kolaborasi solid antara dosen dan mahasiswa, yang membuktikan bahwa sinergi akademik mampu menghasilkan karya yang aplikatif bagi masyarakat. Tim desain hebat di balik proyek ini adalah:
-
Ir. Zainuri Anwar, S.T., M.Eng., IPP (Dosen Pembimbing/Ketua Tim)
-
Alpahri Zela Robiansa (Mahasiswa)
Mengenal “Desain Komposter Aerasi Sampah Organik”
Komposter berbasis aerasi ini dirancang secara khusus untuk mempercepat proses dekomposisi sampah organik tanpa menimbulkan bau tak sedap—masalah yang selama ini sering ditemui pada komposter konvensional.
Dengan memanfaatkan sistem pasokan oksigen (aerasi) yang terukur, bakteri pengurai dapat bekerja secara optimal. Hasil akhirnya adalah pupuk kompos berkualitas tinggi yang siap digunakan untuk menyuburkan tanaman.
Keunggulan Desain:
Tepat Guna: Menggunakan material yang mudah didapat dan ramah kantong.
Minim Bau: Sistem aliran udara mencegah pembusukan anaerobik yang memicu bau menyengat.
Efisien: Memotong waktu pembuatan kompos menjadi jauh lebih singkat.
Dukungan untuk Kampus Hijau (Green Campus)
Keikutsertaan Tim dalam Lomba Desain Alat Pengelolaan Sampah Tepat Guna di Pekan Lingkungan ini bukan sekadar mengejar prestasi. Ir. Zainuri Anwar menyampaikan bahwa tujuan utama dari perancangan alat ini adalah memberikan edukasi dan teknologi yang benar-benar bisa diterapkan oleh masyarakat luas, dimulai dari lingkungan kampus sendiri.
“Kami ingin mengubah sudut pandang masyarakat terhadap sampah. Sampah organik bukan lagi limbah yang harus dibuang dan menumpuk di TPA, melainkan bahan baku yang bernilai ekonomis tinggi jika dikelola dengan teknologi yang tepat,” ujar Ir. Zainuri.
Sementara itu, Alpahri Zela Robiansa mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat langsung dalam proyek ini. “Pengalaman ini membuka mata saya bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah bisa langsung berdampak positif bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.
Mari kita berikan apresiasi tertinggi dan dukungan penuh kepada Ir. Zainuri Anwar, S.T., M.Eng., IPP. dan Alpahri Zela Robiansa. Semoga inovasi “Desain Komposter Aerasi Sampah Organik” ini dapat segera diimplementasikan secara massal dan menginspirasi civitas akademika lainnya untuk terus berkarya demi bumi yang lebih hijau.